Berita

Memasuki Tahun Ajaran Baru, 700 Sekolah akan dibuka & dikelola oleh UNRWA

Amman, Palestina – UNRWA adalah Badan Bantuan dan Pekerjaan dari PBB untuk para pengungsi Palestina yang hingga saat ini menjadi badan yang tetap memberikan bantuan kepada para pengungsi Palestina, walaupun sejak tahun lalu perwakilan UNRWA mengatakan bahwa saat ini UNRWA mengalami kekurangan bantuan, yang jelas akan berdampak pada pemberian bantuan kepada para pengungsi Palestina.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut UNRWA berencana akan membuka lebih dari 700 sekolah yang dijadwalkan akan dibuka pada saat tahun ajaran baru di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, begitupun bagi para pengungsi Palestina yang ada di Yordania, Lebanon dan Suriah

Lebih dari setengah juta anak laki-laki dan perempuan Palestina akan memulai tahun ajaran baru yang merupakan fasilitas dari UNRWA, meskipun lembaga ini mengalami pemotongan dana yang diberlakukan oleh AS dan sejumlah negara Eropa. Terkait hal ini, Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krahenbuhl mengatakan, bahwa setiap anak di dunia harus bersiap untuk tahun ajaran baru hari ini dan hal ini pun harus dirasakan oleh anak-anak pengungsi Palestina.”

Krahenbuhl dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para donatur yang hingga saat ini masih berdonasi melalui UNRWA dan juga kepada para donatur yang telah berdedikasi untuk menjaga hak atas pendidikan anak-anak Palestina sehingga semua sekolah UNRWA di lima bidang operasi kami akan dibuka.

Krahenbuhl juga menambahkan bahwa banyak keluarga mengetahui bahwa anak-anak mereka akan berada di ruang kelas pada bulan September mendatang. Keberanian yang ditunjukkan setiap hari oleh siswa anak Palestina dalam mengejar pendidikan mereka meskipun menghadapi tantangan untuk melewati titik-titik pemeriksaan, tinggal di daerah konflik atau di bawah pendudukan adalah inspirasi bagi kita semua.

Begitupun dengan keterbatasan perekonomian yang kian hari kian menyusut akibat penjajahan dan pemblokadean yang dilakukan penjajah Israel yang menyebabkan tingkat kemiskinan telah mencapai 85% dan tingkat pengangguran melebihi 60%.

Anggota Parlemen Palestina Jamal Al-Khodari mengatakan bahwa dampak langsung akibat pengepungan Israel terhadap ekonomi Gaza diperkirakan mencapai $ 70 juta setiap bulan dan memperburuk krisis gaji pegawai negeri. Dalam siaran pers yang dikirim ke wartawan, anggota parlemen – yang juga menjabat sebagai ketua Komite Rakyat Melawan Pengepungan di Gaza – mengatakan bahwa 3.500 pabrik, bengkel dan usaha telah ditutup selama pengepungan Israel 12 tahun yang diberlakukan di Jalur Gaza.

Dikatakannya bahwa hampir setiap hari ada saja bisnis di Gaza yang harus mengalami penutupan. Dia menambahkan bahwa tingkat kemiskinan di wilayah kantong tersebut telah mencapai 85 persen dan tingkat pengangguran melebihi 60 persen.

Penghasilan individu setiap hari di Gaza kurang dari $ 2 per hari, sementara ada puluhan ribu lulusan universitas menganggur. Al-Khodari, yang awalnya adalah seorang akademisi dan pengusaha, mengatakan bahwa pasar ekonomi Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki menyaksikan tingkat depresi yang tinggi. “Tingkat penjualan menurun 80 persen di Gaza dan 50 persen di Tepi Barat yang diduduki,” jelasnya.

Hingga saat ini UNRWA mengoperasikan 709 sekolah dasar di Timur Tengah, serta delapan sekolah menengah di Lebanon, menyediakan pendidikan gratis untuk lebih dari 530.000 anak-anak pengungsi Palestina (damaiaqshafoundation/ym).

Sumber : Suara Palestina News Agency

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *