Berita

Pasien Anak dan Lansia Termasuk yang Ditolak Israel untuk Berobat ke Luar Gaza

Yerusalem, SPNA – Dari 219 permohonan pasien (133 pria; 86 wanita), atau 13% dari jumlah keseluruhan, yang ditolak pada bulan Agustus, mendapat persetujuan dari pihak berwenang Israel untuk meninggalkan Gaza melalui penyeberangan Erez / Beit Hanoun. Para Pasien tersebut mengajukan izin untuk memperoleh layanan kesehatan di rumah sakit Tepi Barat atau Yerusalem Timur. Diantara jumlah tersebut, 40 adalah anak-anak di bawah Usia 18 tahun dan 35 berusia 60 tahun atau lebih, ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam laporan bulanannya tentang akses kesehatan untuk pasien Palestina.

Dikatakan bahwa seperempat (24%) permohonan yang ditolak adalah mereka yang mengajukan janji di bidang onkologi, 19% untuk ortopedi, 7% untuk oftalmologi, 6% untuk hematologi, 6% untuk kardiologi, serta 5% untuk bedah umum.

Selain itu, 356 permohonan pasien (195 pria; 161 wanita), atau 21% dari jumlah keseluruhan, mengalami keterlambatan akses ke perawatan, tidak menerima respons pasti atas permohonan mereka. Dari jumlah tersebut, 100 permohonan untuk anak-anak di bawah usia 18 dan 48 permohonan untuk pasien berusia 60 tahun atau lebih.

Sepertiga (31%) dari mereka yang tertunda memiliki janji untuk onkologi, 10% untuk hematologi, 8% untuk kardiologi, 8% untuk pediatri, 7% untuk oftalmologi, 6% untuk ortopedi, dan 6% untuk pengobatan internal. Sisanya 24% untuk 18 spesialisasi lainnya. Sebagian besar permohonan yang tertunda (259 atau 73%) menunggu hasil ‘peninjauan’ atas janji yang mereka buat.


Terdapat 1.734 permohonan pasien untuk menyeberang Erez guna memperoleh perawatan kesehatan pada bulan Agustus. Hampir sepertiga (31%) dari jumlah tersebut adalah anak-anak di bawah 18 dan 18% untuk pasien berusia 60 tahun atau lebih, kata WHO. Sebanyak 46% permohonan untuk pasien wanita dan 92% untuk perawatan medis yang didanai oleh Kementerian Kesehatan Palestina. Dari total permohonan, 1.159 (602 pria; 557 wanita), atau 69%, disetujui – mirip dengan tingkat persetujuan rata-rata sejauh ini pada tahun 2019, kata organisasi kesehatan tersebut.

Mengenai pendamping pasien, terdapat 1.897 permohonan izin pendampingan kepada pihak berwenang Israel pada bulan Agustus untuk menyeberangi Erez untuk menemani pasien. Diantara mereka termasuk orang tua atau teman lain yang mendaftar untuk menemani anak-anak. Hanya satu pendamping yang diizinkan untuk menemani setiap pasien Gaza.

Sebanyak 975 permohonan pendamping pasien (51% dari total) disetujui, 317 permohonan (17%) ditolak dan 605 sisanya (32%) ditunda, tidak menerima respons.

(T.RA/WAFA) (damaiaqshafundation)

Sumber: Suara Palestina


LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *