Dunia menjadi tempat titipan sebagai persinggahan sementara untuk menjadikan diri terus belajar dan mempersiapkan bekal menghadap Allah SWT. Dimensi ini kadang menggelapkan mata dan bisa menyinari pikiran sebagai langkah perjuangan setiap nafas kehidupan

Anak-anak Gaza Palestina harus menghadapi pertaruhan kehidupan sebagai akibat dari serangan yang terus dilancarkan oleh penjajah zionis Israel. Bukan hanya ancaman jiwa dan masa depan mereka, akan tetapi bencana kelaparan hingga penyakit menjadi kondisi menakutkan

Sulitnya akses, menjadikan anak-anak Gaza mengalami kelaparan berkepanjangan yang tak jarang harus menghela nafas,menahan air mata,dan merintih kesakitan. Kondisi pun di perparah dengan angka gizi buruk yang meningkat melanda anak-anak Gaza

Lantas kita yang merasakan kedamaian dan kesejahteraan sering lupa bersyukur kepada Allah atas karuniaNya yang di berikan kepada kita. Kelebihan yang kita rasakan tak jarang membuat diri ini lalai untuk menghargai sesuatu walaupun dalam takaran sedikit

Makanan yang selalu kita santap seringkali kita sisihkan untuk di buang karena rasa kenyang yang berlebih dan di sisi lain banyak orang-orang menanti makanan datang dari arah tak di sangka-sangka terkhusus bagi anak-anak Gaza Palestina

Masih kah kita rela melihat penderitaan yang di alami oleh anak-anak di sana dengan kondisi kita hari ini yang serba berkecukupan? makanan yang hadir membuat mereka tersenyum bahagia untuk menatap masa depan dengan tubuh yang sehat.

Kategori: Opini

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *