Kepedulian dan rasa simpati kepada warga muslim Uighur terus berdatangan baik dari kalangan orang biasa hingga publik figur internasional. Saat ini media di ramaikan dengan postingan di media sosial pribadi seorang tokoh pesepakbola muslim terkenal klub Arsenal berkewarganegaraan Jerman dan berdarah Turki yakni Mesut Ozil terkait ucapan doa yang di sampaikan untuk warga Muslim Uighur

Hingga saat ini selain kekaguman yang datang atas keberaniannya dan ketegasan akan kondisi muslim Uighur,akan tetapi kecaman terus berdatangan khususnya oleh netizen dan pemerintah China dari menjawab kepada publik atas postingan tersebut bahwa hal tersebut pembohongan besar,menutup pertandingan siaran pertandingan Arsenal,menutup fans Arsenal di China hingga pemblokiran akun Mesut Ozil

Inilah penggalan do’a yang di sampaikan Mesut Ozil melalui media sosial pribadi miliknya
“Duhai Turkistan Timur. Luka berdarah umat ini. Al-Qur’an dibakar. Masjid-masjid disegel. Madrasah-madrasah dilarang. Alim ulama dibunuh satu persatu dibunuh. Para lelaki dipaksa mendekam di kamp penyiksaan. Para lelaki China kemudian ditempatkan di rumah-rumah mereka. Bahkan banyak wanita yang dipaksa menikah dengan lelaki China. Namun, meski keadaannya begitu menyayat hati. Tetap saja umat Nabi Muhammad ini bungkam diam membisu. Tak satupun angkat bicara. Tak tahukah mereka bahwa, diam terhadap suatu kezhaliman adalah sebuah kezhaliman. Ya Allah, berikanlah pertolongan pada saudara-saudara kami di Turkistan Timur.”

Wilayah Turkistan Timur yang kemudian diberi nama Xinjiang (yang bermakna koloni baru) oleh pemerintah China merupakan rumah bagi 10 juta etnis Uyghur. China selama ini melakukan pelanggaran HAM serius dan diskriminasi secara ekonomi, kultural dan agama terhadap minoritas ini. Lebih dari 1 juta (ada yang mengatakan 2 juta) di antaranya ditangkap dan ditahan di kamp-kamp konsentrasi di mana mereka ada yang disiksa, dipaksa dan dicuci otaknya untuk meninggalkan identitas agama mereka

Mereka adalah saudara kita, mari terus berikan galangan dukungan dan kontribusi terbaik kita kepada kehidupan warga muslim Uighur di China demi mengembalikan hak dan kewajibannya yang telah di rampas dengan biadab di kamp-kamp tersembunyi

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *