Puluhan bahkan ratusan tahun perjuangan membela tanah Palestina dan tempat suci umat Islam Masjidil Al-Aqsha terus menerus dilakukan dengan kobaran semangat kemerdekaan yang begitu tinggi. Terciptanya kedamaian ingin mereka rasakan di muara akhir perjuangan sebagai cita-cita mulia dan harapan yang terbentang luas dengan motivasi tinggi.

Tak terhitung sudah jumlah serangan yang di lancarkan, teror yang terus di tebar, ancaman yang di gelorakan, hancurnya sarana dan prasarana warga hingga warga yang menjadi korban luka dan jiwa. Kondisi ini semakin kritis setiap hari nya seakan menggambarkan Negara ini di selimuti dengan awan pekat yang mengaburkan mata untuk memandang luas.

Bukan hanya bangunan dan warga Palestina, tempat-tempat berharga umatpun menjadi sasaran fokusan bagi para militer zionis Israel hingga warganya untuk semakin menebar teror. Tempat tersebut adalah Masjid Al-Aqsha yang menjadi tempat bersejarah Islam dan tempat yang di sucikan oleh seluruh umat Islam di belahan bumi ini.

Khusus Masjidil Al-Aqsha yang saat ini terus-menerus berada dalam ancaman, pada hari Ahad (23/12) pagi waktu setempat puluhan ekstremis Yahudi menyerbu masuk komplek Masjidil Al-Aqsha dengan pengawalan ketat kepolisian zionis Israel melalui pintu gerbang magarib untuk melakukan aksi provokasi terhadap para jama’ah shalat.

Melalui Kementerian urusan Agama Palestina di Al-Quds menyampaikan, tidak kurang dari 59 pemukim yahudi illegal dan 20 pegawani Israel menyerbu masuk ke dalam komplek Masjid Al-Aqsha untuk melakukan aksi provokasi kepada para jama’ah shalat.

Berbagai aksi penyerbuan terus dilakukan oleh yahudi ke dalam Masjid Al-Aqsha terus-menerus dilakukan hampir setiap hari sebagai bagian dari proyek yahudisasi Masjid Al-Aqsha. Aksi penyerbuan yang dilakukan pada pekan ini bersamaan dengan hari raya yahudi bernama ‘Hanuka’ yang akan berlangsung hingga pekan depan.

Bukan tanpa alasan untuk terus berjuang dengan kontribusi dan partisipasi semaksimal mungkin dalam mempertahankan Masjid Al-Aqsha yang Allah karuniakan keutamaannya bagi jiwa-jiwa yang membela dan mencintainya.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *